Refleksi, Maya, Semu
Itulah sifat cermin
Sifat yang selalu diajarkan di bangku sekolah
Dan kini aku telah belajar
Bahwa cermin bukan hanya sebuah benda
Sebuah benda yang menampilkan apa yang dilihatnya
Tetapi lebih dari itu
Cermin adalah penggambaran dari suatu jiwa
Jiwa yang berada dalam cermin itu sendiri
Jiwa yang telah kuamati dari jauh-jauh hari
Jiwa yang tak pernah mengerti
Bahwa hamba mengenal dan ingin jiwa itu
Lebih dari seorang teman
Namun,
Jiwa itu sangatlah batu
Dia telah dibutakan oleh jiwa lain
Yang ia temui di dalam cermin
Dia telah berubah karena jiwa itu
Jiwa yang entah darimana bisa dekat dengannya
Tanpa peduli bahwa hamba sedang bercermin
Bercermin menatap jiwa yang hamba inginkan
Seketika itu juga...
Hamba kehilangan jiwa yang biasa hamba tatap
Menatapnya dari luar sebuah cermin
Sekarang, hamba sudah tak tahan bercermin
Ingin rasanya hamba mengambil kembali jiwa itu
Tapi itu sebuah kemustahilan
Karena jiwa itu tak mau bercermin denganku
Sebuah usaha yang akan sia-sia
Tapi,
Jika aku saat ini bisa mengambil jiwa itu
Tetap saja itu bukan jiwa yang dulu
Yang dulu mewarnai hamba bercermin
Karena saat ini jiwa yang kumaksud telah berubah
Berubah dari yang nyata menjadi semu
Oh cermin..
Jika aku mencari jiwa baru
Tentu aku mendapat hinaan dari jiwa yang kuinginkan dulu
Karena aku
Adalah sebuah cerminan dari seorang tokoh
Yang tidak memiliki sebuah pilihan
Karena pilihan utamaku telah hilang
Yakni,
Bersamanya untuk selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar