Siang dan malam juga begitu
Panas maupun hujan pun sama
Suasana ini sudah tak asing lagi
Teater ini sudah mulai renta
Sudah banyak pemain yang datang
Ada pula yang pergi
Namun, aktor utama ya tetap saja sama
Memang, dia telah banyak belajar
Namun, itu semua belum cukup
Masih banyak hal yang harus dipelajari
Karena selama hidup kita belajar
Oh ya...
Aku teringat suatu hal
Berbagai kenangan di tahun lalu
Ketika aku masih memburu jaket itu
Aku tak sengaja menemukan pemeran
Yang awalnya biasa saja
Aku hanya menganggapnya sebagai,
Pemeran pembantu
Ya...
Harus ku akui
Aku salah berpendapat seperti itu
Namun, bukan itu poinnya
Di bulan yang sama
Aku berjuang dengan seseorang
Bisa ku bilang
Bahwa mimpi kita sama
Kurasa..
Itu terakhir kali
Kita berkunjung ke kampus itu
Ya, kampus yang dekat dengan ibu kota
Banyak hal yang ingin kusampaikan
Namun,
Waktu dan kondisi tidak mendukungku
Aku hanya diam
Lalu,
Apalah aku ini
Hari terakhir tidak dimanfaatkan
Aku malah asik dengan kesenangan semu
Ketika itu...
Batin bergejolak
Aku berada di persimpangan jalan
Pilihan yang sulit
Hm... Kini,
Tak banyak yang kusampaikan
Aku kembali kehilangan
Dengan ditemani panggung yang renta
Bila teater ini...
Bisa ku atur ulang,
Akan ku ajak kau mampir
Bahkan bermain peran denganku
Tapi, banyak hambatan
Hal itu sudah pasti
Namun, mimpi ini bukan isapan jempol
Disebabkan aku yang masih optimis
Ah...
Tak terasa musim liburan akan tiba
Teater renta ini pasti ramai
Dan semoga kau ingat dengan siklus ini
Jika kau ingat
Sungguh elok hatimu
Masih saja mengingatnya
Dan ku harap kau sehat dan diberkahi-Nya
Jatinangor, 24 November 2015
00:43 WIB
00:43 WIB
Rio Feisal R.
Ketika aku sedang ingin menulis puisi lagi
Ketika aku sedang ingin menulis puisi lagi