Cari Blog Ini

Senin, 23 November 2015

Teater Renta

Hari demi hari telah berlalu
Siang dan malam juga begitu
Panas maupun hujan pun sama
Suasana ini sudah tak asing lagi

Teater ini sudah mulai renta
Sudah banyak pemain yang datang
Ada pula yang pergi
Namun, aktor utama ya tetap saja sama

Memang, dia telah banyak belajar
Namun, itu semua belum cukup
Masih banyak hal yang harus dipelajari
Karena selama hidup kita belajar

Oh ya...
Aku teringat suatu hal
Berbagai kenangan di tahun lalu
Ketika aku masih memburu jaket itu

Aku tak sengaja menemukan pemeran
Yang awalnya biasa saja
Aku hanya menganggapnya sebagai,
Pemeran pembantu

Ya...
Harus ku akui
Aku salah berpendapat seperti itu
Namun, bukan itu poinnya

Di bulan yang sama
Aku berjuang dengan seseorang
Bisa ku bilang
Bahwa mimpi kita sama

Kurasa..
Itu terakhir kali
Kita berkunjung ke kampus itu
Ya, kampus yang dekat dengan ibu kota

Banyak hal yang ingin kusampaikan
Namun,
Waktu dan kondisi tidak mendukungku
Aku hanya diam

Lalu,
Apalah aku ini
Hari terakhir tidak dimanfaatkan
Aku malah asik dengan kesenangan semu

Ketika itu...
Batin bergejolak
Aku berada di persimpangan jalan
Pilihan yang sulit

Hm... Kini,
Tak banyak yang kusampaikan
Aku kembali kehilangan
Dengan ditemani panggung yang renta

Bila teater ini...
Bisa ku atur ulang,
Akan ku ajak kau mampir
Bahkan bermain peran denganku

Tapi, banyak hambatan
Hal itu sudah pasti
Namun, mimpi ini bukan isapan jempol
Disebabkan aku yang masih optimis

Ah...
Tak terasa musim liburan akan tiba
Teater renta ini pasti ramai
Dan semoga kau ingat dengan siklus ini

Jika kau ingat
Sungguh elok hatimu
Masih saja mengingatnya
Dan ku harap kau sehat dan diberkahi-Nya

Jatinangor, 24 November 2015
00:43 WIB
Rio Feisal R.
Ketika aku sedang ingin menulis puisi lagi

Selasa, 13 Oktober 2015

Selamat..!

Selamat..!
Ku ucapkan selamat untuk saudara-saudaraku yang muslim, karena hari ini adalah 1 Muharram.
Semoga menjadi pribadi yang lebih baik dan berhijrah ke hal yang positif, hehe :D

Jatinangor
14 Oktober 2015, 08:06

Senin, 12 Oktober 2015

Akselerasi Diri

Selamat Malam...
Maafkan yaa
Maafkan aku yang terkesan mudah..
Mudah terbawa nafsu
Apalagi saat SMA
Kukira aku tidak harus begitu
Sudah cukup apa yang sudah terjadi
Kini, aku harus bertindak
Secara rasional dan logis
Jangan bertindak gegabah
Terutama masalah percintaan
Sesungguhnya yang penting saat ini adalah
Pendidikan..
dan tak lupa juga
Pengabdian kepada masyarakat
Terutama masyarakat dalam kampus
dan sekitar kampus..
Serta prestasi nan membanggakan
Jadi...
Maafkan aku jika sempat tak karuan
Maafkan aku jika berlebihan
Saat dulu ketika aku masih SMA
Okeee...
Doakan aku untuk akselerasi diri
dan tak lupa dengan
Tri Dharma Perguruan Tinggi

Senin, 12 Oktober 2015
Rio Feisal - Jatinangor, 22:57

Rabu, 07 Oktober 2015

Menyambut Pagi

Aku baru terbangun
Di sebuah ruangan asing
Penuh tanda tanya..
Kukira aku dimana
Sebuah gelombang energi,
Lalu muncul seketika
Untuk menyambut
dan mengucapkan..
Selamat Pagi....!

Rio Feisal
Jatinangor
8-10-2015, 06:29 

Selasa, 29 September 2015

Sepertiga Malam

Apakah kamu tahu ?
Bahwa malam bersenandung
Apakah kamu tahu ?
Bahwa bulan terlarut dalam hening
Apakah kamu tahu ?
Bahwa bintang tak segan menunjukkan kedewasaannya
Hm...
Jangan-jangan kamu tidak tahu apa-apa
Tapi aku hanya meminta satu hal
Tolonglah untuk sadar dan tahu
Bahwa Aku peduli

Jatinangor, 30 September 2015
Ketika fajar ingin bangun menggeser malam

Minggu, 20 September 2015

Maafkan

Maafkan aku..
Kukira pencapaian hidup itu
Hanya sampai masa putih abu
Masa dimana aku
Aktif mengulik,
Aktif berkontribusi
Untuk hal yang kusenangi
Maafkan aku..
Kalau aku sempat
Tidak mengenal lebih dalam
Tempat ilmu disebar
Di wilayah bumi yang lain
Tapi...
Aku berkeyakinan
Bahwa aku,
Bisa mengakselerasi diri
Terutama semenjak aku
Mendapat kata
"Mahasiswa"
Doakan aku ya
Hidup Maba..!

RFR - JTN

Memberi Tahu

Gila ?
Keren ?
Biasa aja ?
Hm..
Ya itulah yang aku rasakan
Merasakan kehidupan di kota orang
Kota yang selalu dikatakan indah
Dan banyak orang menasihatiku,
Karena kota ini
"Hati-hati disana"...
Sungguh klise
Karena yang harus kamu tahu
Kota ini sungguh elok
Dan menyimpan,
Pengetahuan dan pengalaman baru
Untuk siapapun
Apalagi kamu
Jika ingin mengetahui
Kota ini yang sebenarnya

RFR - JTN

Menyapa Diri

Tes..
Hai..
Apa kabar ?
Sudah lama tak jumpa
Sudah lama pula..
Tidak bertatap muka
Sudah lama pula..
Membalas argumen
Apa lagi..
Membicarakan masa depan,
Membicarakan jaket yang di idamkan
Membicarakan kehidupan di kampus
Terutama..
Di kampus perjuangan
Hm...
Apa kita akan mempunyai waktu ?
Waktu untuk menikmati
Masa-masa mencari jati diri
Hm...
Kukira sulit
Karena kita sudah menikmati
Kehidupan di kota masing-masing
Aku tunggu ya
Kabar baik dan kemenangan
Di kampus kamu

RFR - JTN

Sabtu, 22 Agustus 2015

Adik Jelita

Aku adalah abang
Dia adalah adik
Walaupun kita
Tak punya ikatan darah
Namun,
Kamu adalah
Adikku yang lain
Yang terkadang
Hadirnya selalu bermanfaat untukku
Seorang abang
Berbeda darah
Aku hanya berpesan
Untukmu,
Adik jelitaku
Selalu ingat pendidikan
Dan kepedulian
Terhadap sesama
Akan kutunggu
Kabar baik darimu

(dari seorang abang)

JTN - RFR

Jumat, 14 Agustus 2015

Di Kota Orang

Aku...
Punya teman
Dia...
Memberiku kabar
Bahwa aku,
Harus menjaga diri
di kota orang
Sejenak ku terdiam
Apa yang salah dengan kota ?
Terutama kota orang
Semua kota sama saja
Hanya satu..
Yang bisa membedakannya
Yaitu sosok dia
Di kota ini
Hm,
Jaga selalu kesehatan ya

JTN - RFR


Kamis, 06 Agustus 2015

Diam dalam Bisu

Aku bisa bicara
Kamu juga bisa bicara
Tetapi mengapa ?
Kita hanya bisa terdiam
Layaknya orang bisu
Padahal aku pandai berkomunikasi
Namun denganmu
Aku merasa tidak pandai
Karena denganmu
Aku hanya bisa terdiam dalam bisu

BGR - RFR

Bersajak dengan Malam

Kamu tahu?
Kamu hanya buang energi
Dengan galau tak jelas di dunia maya
Bahkan di dunia nyata sekalipun
Lebih baik,
Tuangkanlah
Apa yang kamu pikir dan kau rasakan

Lebih baik aku
Yang saat ini..
Sedang bersajak dengan malam
Karena,
Kalau aku bersajak dengannya
Aku tidak tahu
Apakah dia ingin bersajak denganku
Lagipula,
Jika dia bersajak denganku
Sang malam akan kehilangan teman sajaknya
Begitu juga aku
Tapi jika ada kamu
Sang malam akan mengerti
Dan mengizinkan kita untuk saling bersajak

BGR - RFR

Rabu, 05 Agustus 2015

Demigod ? Kurasa Tidak

Kamu tahu Percy Jackson?
Sebuah novel populer di negara asalnya
Yang menceritakan seorang keturunan dewa
Yang sering disebut demigod
Atau blasteran
Ya, menurut novel itu
Di bumi ada seorang anak keturunan dewa-dewi
Khususnya dewa-dewi Yunani
Dan,
Sang dewa atau dewi akan memberikan anugerah pada anak itu
Hm, ini seperti seseorang yang kukenal
Kalau aku percaya kisah di novel itu
Aku akan bilang
Bahwa dia anak Athena
Tetapi bukan,
Lalu apakah anak Zeus?
Aku pun salah lagi
Dia terlalu baik untuk menjadi anak Zeus
Poseidon?
Dia tidak memiliki sifat seperti laut
Lantas, siapakah kamu?
Aku pun menyimpulkan,
Kalau dia anak Tykhe
Tapi aku takut salah lagi
Jadi kuputuskan untuk menganggapnya
Keturunan manusia
Tetapi memiliki sifat bagaikan sang dewi
Jadi, siapakah kamu?
Demigod ? Kurasa tidak

BGR - RFR

Kota Sejuta Taman

Bandung
Kota Sejuta Taman
Dimana-mana pasti ada taman
Dari musik, film, bahkan lansia
Banyak sekali manusia yang mengunjunginya
Dari yang kecil hingga dewasa
Namun,
Sungguh teramat sayang taman itu
Jika aku datang mengunjunginya
Karena aku hanya seorang diri
Tak mungkin bisa menikmati
Menikmati taman tersebut seorang diri
Ya...
Aku juga merasakan
Bahwa taman itu mendukungku
Untuk membawa seseorang dalam kunjungan nanti
Bukan seseorang biasa
Namun, seorang bidadari yang telah kukenal selama ini
Bidadari yang selalu menenangkan hati
Entah kapan pun aku menemuinya
Sungguh, dia benar-benar luar biasa
Hm..
Sesuai dengan permintaan taman
Akan aku tunggu kamu disini
Di sebuah taman di kota Bandung
Jangan lupa sesuaikan jadwal
Karena kamu mungkin akan sibuk
Sibuk di tempat kamu berada
Saat ini

BGR - RFR

Senin, 03 Agustus 2015

Hubungan Jarak Jauh

Malam cuy. Gimana kabar? Semoga selalu baik dan sehat.
Sekarang semua udah berubah ya?
Dulu sama sekarang tuh jauh banget deh bedanya
Kalo dulu kita jaim-jaiman, sok cupu, gak mau kenalan, gengsi lah itu lah. Tapi, sekarang kita udah saling kenal,.
Udah gak ada lagi yang dulu-dulu, yang ada sekarang cuma persahabatan, ngejalanin masa-masa putih abu yang dulu masih ada dengan penuh suka dan duka.
Serius deh, ngejalanin masa putih abu tuh gak sulit banget. Apalagi kalo bareng temen-temen seangkatan. Beh, gua jamin kalian punya beragam kisah di putih abu ini.
Tapi, yang sulit itu
Ngelepasin temen-temen satu persatu ke dunia yang bakal mereka jalanin.
Sumpah itu sulit banget.
Lu bayangin aja, hubungan jarak jauh men...
Dulu sebelum lulus gua gak pernah mikirin, mikirin gua bakal gimana nasibnya sama temen gua.
Gak pernah gua mikirin men.
Gua cuma mikirin gimana kabar besok, apa yang bakal dilakuin, hal seru apa lagi yang bakal nemenin keseharian gua di masa putih abu ini.
Huft,
Tapi sekarang, hal itu terjadi juga. Si kampret yang bernama Pelepasan atau Wisuda akhirnya datang juga, disitu gua udah mulai mikir.
Mikir gimana ya nasib gua, temen gua, adek kelas, terutama guru dan sekolah gua. Gimana kalo angkatan gua lulus, apa sekolah gua rasanya bakal sama lagi pas gua udah kesana?
Enggak mungkin sama kan?
Terus apa kita bakal sanggup buat jalanin hubungan ini?
Hubungan jarak jauh yang belum kita kenal sebelumnya? Ah sudahlah.
Udah gak ada yang bisa diubah
Sekarang, cukup doa yang terbaik untuk kita semua.
Terutama untukmu.
Gadis yang memiliki anugerah dewi Tykhe, yang pernah mengalami berbagai pengalaman unik dan asik bareng-bareng.
Semoga hubungan ini tidak terlalu terasa.
Jaga terus komunikasi ya.

BGR - RFR

Sabtu, 28 Februari 2015

Tidak Butuh Pagi

Sudah sebulan...
Pagi meninggalkan sungai
Untuk mencari sebuah kemuliaan
Keputusan yang baginya hebat
Bagi dia,
Sungai tidak ada artinya lagi
Bagi sungai,
Dia masih berarti
Untuk memberikan sinar hangatnya
Kepada sungai itu
Namun..
Setelah apa yang dialami oleh sungai
Setelah ditinggalkan oleh pagi
Dan pagi sebentar lagi akan
Akan mendapatkan yang ia mau
Maka dia merasa
Bahwa dia tidak butuh pagi
Karena pagi telah menghancurkan sungai
Oleh perbuatannya sendiri
Yang selama sebulan ini
Tidak menyinari sungai
Seperti dahulu
Ketika pagi masih memberi kasih
Kasih yang hangat untuk sungai
Sehingga kehidupan di sungai itu
Sangat bahagia dan tentram
Namun itu dulu
Ketika pagi masih peduli
Peduli dengan sungai
Dan tidak ingin mencari
Sebuah kemuliaan
Dan..
Saat sungai tahu
Bahwa pagi hampir mendapat kemuliaan
Maka sang sungai memutuskan
Bahwa ia tidak butuh pagi
Karena pagi tidak pantas untuk diharapkan
Diharapkan untuk hadir kembali
Sungai tidak butuh pagi

Selasa, 10 Februari 2015

Seminggu

Waktu...
Sebuah kata penuh makna
Yang tidak bisa dibeli dengan uang
Dan yang tidak bisa diulang
Karena kita tidak bisa mengaturnya
Karena hanya Tuhan yang mampu berbuat seperti itu
Dan,
Telah seminggu lamanya
Dunia berubah sangat cepat
Sudut pandang diri pun berubah
Dari yang terbiasa fokus dengan pagi
Kini sudah tak kenal pagi
Masih teringat di dalam akal
Pagi itu menyapa diri
Diri yang sangat ingin berjumpa dengan pagi
Namun,
Entah apa yang terjadi dengan pagi
Kini pagi hilang dengan jiwa yang lain
Yang mungkin tidak membutuhkan pagi
Tetapi pagi tetap ingin menghampirinya
Dia sangat peduli terhadap jiwa itu
Dibandingkan dengan jiwa,
Yang dulu dia datangi
Yang dulu dia beri cahaya kasih
Entah apa yang dia lakukan kini
Bersama jiwa itu diluar sana
Yang pasti adalah
Sudah seminggu dia hilang dari jiwa ini
Seminggu juga dia memutuskan pergi
Dan berharap kepekaan dari jiwa
Jiwa yang datang
Diantara aku dan pagi
Sudah seminggu

Senin, 09 Februari 2015

Sebuah Cermin

Refleksi, Maya, Semu
Itulah sifat cermin
Sifat yang selalu diajarkan di bangku sekolah
Dan kini aku telah belajar
Bahwa cermin bukan hanya sebuah benda
Sebuah benda yang menampilkan apa yang dilihatnya
Tetapi lebih dari itu
Cermin adalah penggambaran dari suatu jiwa
Jiwa yang berada dalam cermin itu sendiri
Jiwa yang telah kuamati dari jauh-jauh hari
Jiwa yang tak pernah mengerti
Bahwa hamba mengenal dan ingin jiwa itu
Lebih dari seorang teman
Namun,
Jiwa itu sangatlah batu
Dia telah dibutakan oleh jiwa lain
Yang ia temui di dalam cermin
Dia telah berubah karena jiwa itu
Jiwa yang entah darimana bisa dekat dengannya
Tanpa peduli bahwa hamba sedang bercermin
Bercermin menatap jiwa yang hamba inginkan
Seketika itu juga...
Hamba kehilangan jiwa yang biasa hamba tatap
Menatapnya dari luar sebuah cermin
Sekarang, hamba sudah tak tahan bercermin
Ingin rasanya hamba mengambil kembali jiwa itu
Tapi itu sebuah kemustahilan
Karena jiwa itu tak mau bercermin denganku
Sebuah usaha yang akan sia-sia
Tapi,
Jika aku saat ini bisa mengambil jiwa itu
Tetap saja itu bukan jiwa yang dulu
Yang dulu mewarnai hamba bercermin
Karena saat ini jiwa yang kumaksud telah berubah
Berubah dari yang nyata menjadi semu
Oh cermin..
Jika aku mencari jiwa baru
Tentu aku mendapat hinaan dari jiwa yang kuinginkan dulu
Karena aku
Adalah sebuah cerminan dari seorang tokoh
Yang tidak memiliki sebuah pilihan
Karena pilihan utamaku telah hilang
Yakni,
Bersamanya untuk selamanya

Tidak Ada Pilihan

Serba salah...
Itulah yang selalu dialami oleh para lelaki
Lebih tepatnya seorang lelaki sejati
Ketika itu terjadi,
Tidak ada hal yang dapat dibenarkan
Apalagi,
Jika seorang gadis telah mengutuk
Mengutuk lelaki bahwa dirinya yang salah
Walaupun kejadiannya tidak seperti itu
Tetapi, tetaplah dari ribuan
Bahkan segunung lelaki
Jika dihadapkan kepada seorang gadis pengutuk
Pasti mereka semua dikutuk salah oleh dia
Jika seorang lelaki,
Telah menjalin kasih dengan sang gadis
Tetap saja tidak ada perubahan
Perubahan yang berarti buat sang lelaki
Seperti pada sebuah kisah
Ketika sang gadis memutuskan kasih sucinya
Dari seorang lelaki sejati kepada lelaki yang baru ia kenal
Maka sang lelaki tak bisa menolak
Menolak keputusan sang gadis
Dan ketika lelaki itu memutuskan
Untuk mencari gadis yang lain
Untuk menghibur hati sepinya
Sang gadis mengutuk lelaki itu
Mengatakan bahwa dia cepat sekali berganti kasih
Padahal,
Sang gadis sendiri yang berganti kasih terlebih dahulu
Dibandingkan dengan lelaki ini
Sungguh malang lelaki berhati sepi ini
Hanya satu yang ia tahu
Bahwa ia tak punya pilihan

Jumat, 09 Januari 2015

Tahun Baru

   Tahun baru sekarang tepat di angka 2015, banyak hal yang akan terjadi di tahun ini apalagi mimpi-mimpi yang baru. Tahun ini gua dan teman-teman bakal menghadapi sebuah tembok besar untuk sukses *ceilah maksudnya gini kita semua bakal ngadepin banyak hal dimulai dari hafalan, praktek, ujian bahkan tes (bukan tes kehamilan tapi ya -_-)
   Apalagi masa depan jalur undangan dan ujian nasional yang agak-agak sedikit bahkan kurang gak jelas ._. biasalah pemerintah baru ujian pun baru sistemnya. So, bagi yang baca postingan gua doain kami lulus dan dapat perguruan tinggi atau akademi yang keren dan terbaik. Amiiiin.....